Apakah Mobile Legends Lebih Menguntungkan Pemain Lama? – Halo Sobat Publice thics radio, kamu yang mungkin merasa, “Pemain lama enak, sudah punya segalanya,” atau sebaliknya, “Jam terbangku tinggi, tapi kok tetap mentok?” Dua perasaan ini valid, tapi sering berangkat dari asumsi yang belum diuji secara utuh.
Mari kita bedah secara rasional: di mana benar-benar ada keuntungan, dan di mana itu cuma ilusi psikologis.
Asumsi Awal yang Perlu Dikoreksi
“Pemain lama pasti lebih unggul secara sistem.”
Ini tidak sepenuhnya benar—dan tidak sepenuhnya salah.
Mobile Legends memang memberi keuntungan struktural tertentu bagi pemain lama, tapi tidak menjamin keunggulan kompetitif jangka panjang.
Di Mana Pemain Lama Memang Lebih Diuntungkan
1. Hero Pool yang Lebih Luas
Pemain lama:
- Punya lebih banyak hero terbuka
- Lebih fleksibel saat draft
- Tidak terjebak satu role
Ini keuntungan nyata, terutama di solo rank.
Namun, memiliki banyak hero tidak sama dengan menguasai banyak hero.
2. Pengalaman Pola Game Berulang
Pemain lama telah melihat:
- Meta datang dan pergi
- Patch buff–nerf berulang
- Pola pemain yang mirip di rank tertentu
Ini memberi:
- Referensi cepat
- Reaksi lebih tenang
- Antisipasi lebih baik
Tapi hanya jika pengalaman itu direfleksikan, bukan sekadar dikumpulkan.
3. Adaptasi Mental yang Lebih Kuat
Pemain lama cenderung:
- Tidak panik saat kalah early
- Lebih kebal terhadap tilt kecil
- Lebih realistis soal varians tim
Ini keunggulan psikologis, bukan mekanik.
Di Mana Keuntungan Itu Mulai Menghilang
1. Sistem Matchmaking Tidak Menghargai Lama Bermain
Matchmaking:
- Tidak peduli akun tua atau baru
- Tidak membaca jam bermain
- Hanya melihat performa dan rank
Artinya:
- Pemain lama tidak dilindungi sistem
- Pemain baru berbakat bisa langsung naik
Lama bermain ≠ prioritas sistem.
2. Pemain Baru Lebih Cepat Belajar
Pemain baru:
- Tidak membawa kebiasaan lama
- Lebih mudah menerima meta terbaru
- Lebih terbuka pada role fleksibel
Ironisnya, pemain lama sering:
- Terikat cara main lama
- Menolak perubahan
- Menganggap “dulu lebih enak”
Di sini, senioritas berubah jadi beban.
3. Hero dan Item Terus Berubah
ML bukan game statis.
Hero favorit:
- Bisa jatuh dari meta
- Bisa kehilangan fungsi
- Bisa menuntut gaya main baru
Pemain lama yang tidak adaptif:
- Kehilangan keunggulan
- Merasa “game tidak adil”
Padahal yang berubah konteksnya, bukan sistemnya.
Bias Psikologis: Seniority Bias
Pemain lama sering merasa:
“Seharusnya aku lebih tinggi.”
Ini bias.
Pengalaman memang penting, tapi:
- Tanpa evaluasi → jadi rutinitas
- Tanpa belajar → jadi kebiasaan usang
Game kompetitif tidak menghargai nostalgia.
Perspektif Alternatif: ML Menguntungkan Pemain yang Belajar, Bukan yang Lama
Jika diringkas:
- Pemain lama punya modal
- Pemain adaptif punya keunggulan
- Pemain stagnan kehilangan keduanya
ML tidak memberi hadiah untuk:
- Loyalitas waktu
- Jumlah match
- Umur akun
Ia memberi hadiah untuk:
- Keputusan yang tepat
- Adaptasi
- Konsistensi
Jadi, Apakah Pemain Lama Diuntungkan?
Jawaban paling jujur:
Ya, jika mereka terus berkembang.
Tidak, jika mereka berhenti belajar.
Keuntungan awal tidak menjamin kemenangan akhir.
Kesimpulan
Sebagai penutup, Mobile Legends tidak memanjakan pemain lama—ia menguji apakah pengalaman benar-benar diolah menjadi pemahaman. Akun tua hanyalah potensi. Dampaknya bergantung pada cara kamu memanfaatkannya.
Pertanyaan reflektif yang lebih relevan bukan:
“Apakah game ini adil untuk pemain lama?”
Melainkan:
“Apakah caraku bermain masih relevan dengan kondisi game saat ini?”
Jika jawabannya ya, pengalamanmu adalah aset besar.
Jika tidak, akun lama hanya menyimpan sejarah—bukan keunggulan.

